Langsung ke konten utama

Soko Art Studio untuk Masyarakat

Soko dalam bahasa Jawa berarti asal, menyatakan tempat.

Soko sendiri adalah salahsatu kecamatan di Kabupaten Tuban yang tidak cukup terkenal meskipun memiliki cadangan minyak bumi maupun gas buminya. 

Soko Studio merupakan inisiatif dari Hidayah Sumiyani selaku Founder, untuk dedikasinya atas pendidikan seni bagi anak, remaja, orang dewasa dan lansia.

Soko Studio merupakan lembaga pendidikan dan seni dibawah naungan Yayasan Nur Hasyimiyah. 

Yayasan Nur Hasyimiyyah telah memiliki Taman Pendidikan Alquran dengan jumlah 200 peserta didik dan bertambah dari setiap tahun.

Soko Studio dimaksudkan menjadi suatu tempat asal kreatifitas bagi setiap orang yang berkehendak untuk saling berbagi bersama dibidang seni dan pendidikan pada umumnya.

Kedepan Soko Art Studi dapat mengembangkan berbagai jenis seni sebagai fokus pengembangan masyarakat sekitarnya. Kami mengharapkan institusi ini dapat memberikan ruang, tempat berekspresi dan saling membangun bagi masyarakat dan para seniman untuk saling berkolaborasi di kancah masyarakat sekitarnya hingga internasional.

Kami berharap hal ini dapat diwujudkan melalui pembacaan atas wacana-wacana tradisional dan kekinian, yang dikelola sedemikian rupa untuk menjawab tantangan hari ini dan yang akan datang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Singkat Emile Durkheim

Emile durkheim ia lahir di  Espinal,Prancis  pada 15 April 1858. Merupakan seorang keturunan Rabi, sehingga pemikirannya dipengaruhi dengan pandangan Yahudi, namun ia tidak menganggap Yahudi sebagai pandangan teologis tetapi lebih ke akademis, ia mendambakan bisa mempelajari metode metode ilmiah dan prinsip-prinsip moral yang bisa memandu kehidupan sosial. Ketertarikannya dalam ranah sosial dipengaruhi oleh dorongan politik yang terjadi di Prancis, kekalahan Prancis dalam perang Perancis-Prusia menyebabkan berubahnya pemerintahan republik yang sekuler pada saat itu menjadi pemerintahan dengan pendekatan Katolik yang sangat nasionalistik agar dapat menghidupkan kembali kekuasaan Perancis yang memudar di daratan Eropa pada saat itu. Posisi durkheim sebagai orang Yahudi yang berpandangan sosialis pada saat itu berada pada posisi yang minoritas secara politik, dan situasi semacam ini membahayakannya secara politik. Potrait Diri Emile Durkheim Ia menolak karir akademis tra...

Bagaimana Cara Mengendalikan Emosi

Seberapa sering sih emosi mengendalikan kita? Sehingga seringkali kita malah bikin berantakan atau malah merusak sesuatu yang udah kita miliki. Kali ini, Sumi Library akan memberikan tips bagaimana mengendalikan emosi negatif dalam buku Filosofi Teras karya Henry Manapiring. Filosofi Teras atau Stoisisme adalah Filsafat Yunani - Romawi Kuno yang bisa membantu kita mengatasi emosi negatif. yang didalamnya kita dikenalkan terhadap dua prinsip dikotomi kendali yaitu kendali dalam diri dan diluar diri yang tak bisa dikendalikan, dengan menyadari ini kita akan lebih membuka pikiran kita bahwa tidak semuanya merupakan kesalahan kita atau kita dapat menyadari hak kita atas orang lain. Ketika kita mengunakan logika kita, khususnya dalam Filosofi Teras, diharapkan kita dapat : Menghilangkan Emosi Negatif Maksimalkan Hidup pada apa-apa yang benar-benar berguna, tidak terjebak pada yang bukan tujuan kita. Fokus pada apa yang bisa dikerjakan Kita coba untuk masuk dalam prinsip di...

Penebangan Pohon Jalan Diponegoro Bojonegoro

"Kalau sdh bangun, dan sudah jalan2 saya minta tolong di ambilkan gambar pohon di seputaran kota yang sdh ditebangi, mumpung di Diponegoro masih ada batang pohon yg di tebang belum diangkut.syukur sembari menghitung berapa pohon yg di tebang , dan bisa mengukur diameternya. Jelas2 penebangan pohon sampe bawah itu melanggar hukum" Pesan ini disampaikan oleh Abiku, hal yang terjadi tak jauh dari tempat dulu aku bersekolah, tempat yang biasa kita lalu lalangi tiap hari. Rasanya melihat mereka dipotong-potong adalah hal yang melukakanku, Rasanya seperti disayat-sayat, tapi rasanya biasa saja. Di Surabaya ditempatku merantau, Risma sebagai walikota hanya memotong dahan-dahan yang menjulang ke jalanan, bahkan jalan Ahmad Yani masih memiliki pohon yang cukup tinggi. Jika kemudian, penebangan pohon ini tidak diimbangi dengan reboisasi, rasanya terlalu sesak dadaku karena oksigen itu berkurang di tengah kota, rasanya panas saja..